Sunday, August 9, 2009

File System Rusak? Recovery Saja!

Bila file system Windows kamu mengalami kerusakan atau hilang, misalnya file *.dll dan *.sys, sehingga windows tidak dapat booting, maka cara berikut ini patut dicoba :

1. Restart komputer dari Windows Setup Floppy disk atau Windows Installation CD.

2. Saat Muncul tampilan “Welcome to Setup”, tekan F10 atau R (Pengguna Windows 2000 harus menekan F10 atau R kemudian C).

3. Ketika muncul daftar installasi dan tulisan “Which Windows Installation would you like to log on to?”, pilih yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

4. Tulis Password Administrator dan tekan Enter. Jika tidak ada password, langsung tekan Enter.

5. Dari tampilan yang muncul, ketik perintah berikut :

expand D:\i386\xx.dll C:\dir_target

Dimana xx.dell adalah nama file yang rusak / hilang yang ingin di recovery, D: merupakan drive letter untuk CD-ROM dan dir_target merupakan direktory target, kemudian tekan enter.

6. Setelah itu ketik exit untuk keluar, keluarkan CD dan Restart komputer.

Semoga berhasil ya
read more...

nurdin M Top tewas?

ekekkekkeke....... kemarin bangun pagi2 kaget denger temen gue nonton tv di kencengin volumenya... pikir gue 'wah ni anak ganguin orang tidur aja' huehuheueu... gak taunya dia lagi nonton pengrebekan gembong teroris indonesia si nurdin m top. and gosipnya dia meninggal, bener tu yang meninggal dia? atau jangan2 malah orang lain pula, wkwkkwkkw. ya moga2 aja bener dia yang meninggal, setidaknya jumlah teroris di indonesia berkuranglah.. xixiixix nih juplikan beritanya dari jawapos :D


Kapolri Tunggu Tes DNA untuk Memastikan Teroris yang Tewas
TEMANGGUNG - Pengepungan selama 18 jam oleh tim Densus 88 terhadap rumah Muh. Djahri (bukan Muh. Zahri) di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, kemarin (8/8) berakhir melegakan. Seorang pria di rumah tersebut yang diduga sebagai Noordin M. Top tewas setelah tubuhnya diberondong peluru.

Namun, belum ada keterangan resmi yang menyebutkan bahwa pria yang tewas tersebut adalah Noordin.

Dari sejumlah sumber yang dihubungi Jawa Pos, diperoleh beberapa alasan yang menguatkan dugaan bahwa pria yang tewas di rumah Djahri tersebut adalah Noordin. Di antaranya, hal itu berdasar pemantauan tim Densus 88 selama tiga bulan terakhir yang mengikuti jejak Noordin.

''Selain itu, Temanggung adalah salah satu daerah yang difavoritkan Noordin, selain Cilacap, Wonosobo, dan Semarang. Karena itu, kami yakin jenazah tersebut adalah Noordin,'' kata sumber Jawa Pos di lingkungan kepolisian.

Namun, sumber lain Jawa Pos yang ikut dalam penggerebekan di Temanggung itu justru meragukan bahwa jenazah tersebut adalah Noordin. Beberapa alasannya, antara lain, setelah dilihat secara fisik, pria yang tewas tertembak itu kurang pas dengan ciri-ciri fisik Noordin. Misalnya, pria yang tewas tersebut lebih pendek daripada tinggi Noordin.

''Jasad itu lebih pendek dari profil Noordin. Mengubah tampilan fisik bisa-bisa saja, tapi mengubah tinggi badan? Tampaknya hal yang mustahil,'' papar sumber tersebut (selengkapnya tentang hal-hal yang menguatkan dan melemahkan bahwa jasad itu adalah Noordin atau bukan, baca grafis).

Berdasar data yang diperoleh polisi tentang Noordin, gembong teroris tersebut berkulit putih dan selalu mengenakan kemeja lengan panjang untuk menutupi penyakit kulit di sekujur tubuhnya yang menyerupai kudis. Ciri-ciri itu tak ditemukan pada jasad yang ditemukan di rumah Djahri tersebut.

Selain itu, pola perlawanan pria di rumah Djahri tersebut bukan khas teroris sekaliber Noordin. Salah satu ciri utama yang tak tampak dalam penangkapan kemarin adalah bom. Tak ditemukan rompi bom bunuh diri yang menjadi ''seragam'' Noordin. ''Itu tidak ditemukan. Kalau itu Noordin, sungguh sangat mengherankan,'' tegasnya.

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri ketika memberikan keterangan pers kemarin belum berani memastikan bahwa jasad di rumah Djahri itu adalah Noordin. Untuk memastikan, lanjut dia, diperlukan langkah-langkah lanjutan. Di antaranya, tes DNA. ''Tim terus melanjutkan tugasnya,'' katanya di Rupatama Mabes Polri kemarin (8/8).

Polisi, lanjut dia, meyakini masih ada pelaku-pelaku teror selain Noordin. Beberapa di antaranya sudah diidentifikasi. Bambang menyebut inisial UR, AJ, WR, dan ST. ''Fotonya akan kami sebar,'' ujarnya.

Dalam pengepungan di Temanggung yang dimulai sejak Jumat sore itu, jasad yang diduga sebagai Noordin tersebut ditemukan di kamar mandi. Sekitar pukul 08.30, pria yang terkepung sendirian itu sempat membalas tembakan dengan pistol.

Setelah penyerbuan yang dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dan Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo tersebut, petugas identifikasi langsung melakukan olah TKP. Polisi juga mengamankan satu karung besar barang-barang pria anggota komplotan teroris tersebut.

Setelah olah TKP, jenazah tersebut dimasukkan dalam satu peti yang dibawa mobil kedokteran Polda Jawa Tengah. Jenazah itu langsung dikirim menggunakan pesawat dari Bandara Adi Sutjipto, Jogjakarta, menuju Jakarta.

Penggerebekan di rumah milik keluarga Muh. Djahri itu tergolong cukup lama. Dibutuhkan waktu lebih dari setengah hari untuk melumpuhkan gembong teroris tersebut. Dimulai pada Jumat (7/8) pukul 16.00, sekitar 200 personel Densus 88 Antiteror langsung mengepung rumah tersebut.

Perimeter sekitar 1 km pun disterilkan dan lampu sorot berkekuatan 400 watt dikerahkan untuk menerangi. Setengah jam mengepung, polisi kemudian mulai menembaki rumah tersebut. Sepanjang malam hingga dini hari rentetan tembakan terus dilancarkan. ''Begitu terlihat bayangan atau siluet orang, langsung kami tembak,'' ungkap sumber tersebut.

Rentetan tembakan sepanjang malam tersebut ditambahi suara ledakan sekitar pukul 05.30. Diikuti tiga ledakan bom polisi yang ditambah rentetan tembakan. Pukul 09.45, empat anggota polisi yang menyerbu mendekat ke rumah. Yang dituju pertama adalah kamar mandi. ''Sebelumnya, tim sniper di atas bukit merasa yakin sejumlah tembakannya mengenai sosok yang terlihat di kamar mandi,'' paparnya.

Seorang anggota tim tersebut kemudian mengacungkan jempol tanda sasaran telah tewas. Pukul 09.55, police line mulai dipasang. Itu merupakan tanda bahwa rumah tersebut sudah sepenuhnya dikuasai polisi.

Kapolri Bangga Anak Buah

Kegigihan Densus 88 mengejar pelaku teror memang layak diacungi jempol. Kapolri bangga dengan perjuangan anak buahnya dalam operasi penggerebekan di Jatiasih, Bekasi, dan Temanggung. Dia membantah jika selama ini dianggap tidak bekerja. ''Polri menjalankan tugas tanpa kenal lelah dan capai,'' kata Kapolri.

Dia mencontohkan Kombespol Tito Karnavian (komandan Subden Intelijen Densus 88) yang sem­pat dirawat di RS Pondok Indah. Perwira menengah itu nekat berangkat bertugas meski belum fit. ''Dia cabut infusnya dan datang ke lokasi karena panggilan tugas,'' terangnya.

Demikian juga, Kompol Suwardi yang menderita stroke dan sempat dirawat di RS Siloam. Namun, dia tetap memikirkan tugas. ''Saya bangga dengan anak-anak di lapa­ngan,'' kata Kapolri yang kemarin didampingi Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji, Kabagintelkam Irjen Pol Saleh Saaf, Deputi Bidang Operasi Polri Irjen Pol Silvanus Yulian Wenas, dan Kadiv Humas Irjen Pol Nanan Sukarna.

Sasaran penangkapan berikutnya sebenarnya sudah diendus di Solo. Wilayah itu sebelumnya ditetapkan sebagai daerah operasi tim Densus 88, selain Jatiasih dan Temanggung. Menurut Kapolri, penyebab gagalnya operasi di Solo adalah cepatnya pemberitaan tentang operasi di Temanggung.

''Yang di Solo langsung check out (kabur, Red). Jadi, ada untungnya juga pemberitaan yang cepat (bagi teroris),'' terang Bambang sembari tersenyum kecil. Karena itu, Kapolri menggeleng saat di­tanya wilayah operasi berikutnya.

Namun, seorang perwira di Mabes Polri membisikkan sebuah kota di Jawa Timur. ''Yang dari Temanggung langsung ke sana. Istirahat di sana,'' katanya.

Bambang tak menyebutkan hasil operasi seru di Temanggung adalah Noordin M. Top. Pihaknya masih menunggu hasil tes DNA untuk memastikan bahwa yang bersangkutan adalah gembong teroris. ''Saya tidak ingin berandai-andai. Nanti menunggu hasil laboratorium,'' ujar Kapolri.

Dia juga mengatakan akan me­ng­ambil sampel DNA dari keluarga tersangka. ''Dengan begitu, secara yuridis formal bisa dipertanggungjawabkan,'' terangnya.

Kapolri mengatakan, saat peng­gerebekan tersebut tim Densus 88 menduga ada tiga pelaku di rumah di tengah persawahan itu. Ketiganya sudah diikuti dari Jatiasih, rumah yang menjadi safe house.

Berdasar hasil interogasi ter­hadap Aris dan Hendra yang ditangkap di Kedu, pihaknya menduga yang di dalam rumah adalah Noordin M. Top. Itu berdasar atas foto-foto terbaru Noordin yang kemarin juga ditunjukkan kepada wartawan. ''Ternyata hanya seorang di rumah itu,'' katanya.

Keberhasilan Polri dalam me­lakukan operasi di Jatiasih dan Temanggung, kata Kapolri, tidak lepas dari pengembangan penyelidikan pasca peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Ketika itu, pada malam setelah peledakan, polisi menyimpulkan bahwa aksi tersebut adalah bom bunuh diri.

Pada 1 Agustus, tim sudah meng­endus sebuah rumah kos di kawasan Mampang yang menjadi safe house. Dari rumah itulah, kamar 1808 Hotel Marriott dipesan. Selain itu, identitas tukang ojek yang sempat mengantar juga diketahui. ''Sebelum 1 Agustus, kami sudah mengetahui dan memeriksa pengemudi taksi Blue Bird yang membawa dua pelaku," jelas Kapolri.

Dari safe house itulah, polisi berhasil mendapatkan dua pelaku pe­ledakan bom di Marriott dan Ritz-Carlton, yaitu Danni Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana. Kemudian, pada 5 Agustus, Densus 88 mengungkap nama Amir Abdillah (Kapolda Metro Jaya menyebut Amir Ibrahim).

Penangkapan Amir yang pernah bekerja di Hotel Mulia itu seperti membuka jalan bagi Densus 88 untuk mengembangkan perburuan terhadap Noordin. Itu terbukti dengan penggerebekan rumah di kawasan Jatiasih, Bekasi,. Sebelumnya, tim juga menangkap Yayan yang direkrut dan disiapkan untuk menjadi pelaku bom bunuh diri berikutnya.

Kapolri menjelaskan, di safe house Jatiasih itu Noordin sempat transit setelah peledakan Marriott dan Ritz-Carlton. Di rumah itu sudah siap kendaraan untuk aksi peledakan bom bunuh diri. Aksinya direncanakan dua minggu sejak 1 Agustus. ''Itu berdasar fak­ta yuridis tersangka Amir Abdillah yang memesan kamar 1808 (Hotel JW Marriott," bebernya.

Bom mobil yang disiapkan menggunakan pikap merah itu, rencananya, dikemudikan Ibrahim, florist Ritz-Carlton. ''Akan ditabrakkan atau diledakkan de­ngan model bunuh diri,'' ujarnya.

Terkait pemilihan lokasi safe house di Jatiasih, lanjut Kapolri, itu didasari alasan bahwa kawasan tersebut tidak jauh dari Cikeas, kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Waktu tempuhnya hanya sekitar 12 menit dalam kondisi tidak macet.

Jawa Pos yang kemarin menapaktilasi alur rumah TKP Jati­asih sampai Cikeas hanya membutuhkan waktu 15 menit. Dari TKP menuju gerbang tol lingkar luar (JORR) hanya butuh waktu lima menit. Dari gerbang JORR itu menuju Cikeas memerlukan waktu sekitar 10 menit. Rencana serangan itu juga klop dengan informasi sumber Jawa Pos bahwa akan ada aksi bom mobil untuk SBY (JP 25/07). ''Ini memang fakta yuridis,'' tegas Kapolri.

Mengapa kediaman presiden menjadi sasaran? Mantan Kapolda Sumut itu mengungkapkan, pada 30 April lalu, Noordin memimpin rapat jaringannya di daerah Kuningan, Jawa Barat. Saat itu ditetapkan bahwa SBY menjadi salah satu sasaran teror karena dianggap membuat keputusan atas eksekusi mati tiga terpidana bom Bali -Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra. ''Jadi, tidak ada hubungannya dengan politis,'' tegasnya.

sumber: jawapos

and ni cuplikan videonya
read more...

Mbah Surip Terima 9 Miliar Dari RBT?

huehuehuhe.... iseng2 browsing nemu artikel bagus buat bahan gosip.. xiixixii :D
siapa juga yang gak tau mbah surip..... penyanyi yang baru2 ini ngetop di dunia musik indonesia.. tapi sayang malang nasipnya... disaat popularitasnya naik, justru dia harus menghembuskan nafas terkahirnya, yahhh mungkin memang bukan rejeki dia buat nikmatin hasil kerja kerasnya... kasihan... :D
denger2 gosipnya RBT "mbah surip- tak gendong" bisa sampai 9 milyar..... duit apa kertas ntu semua.. wwkkwkkwkkw kayak dibawah ini kutipan dari kapanlagi :D

Rumor bahwa sampai saat ini Mbah Surip sudah menghasilkan Rp9 miliar dari lagu-lagunya yang digunakan sebagai RBT dengan tegas disangkal oleh Adit dari label Falcon. Adit menyatakan bahwa rumor itu tidak berdasar karena, meski ia belum bisa menyebutkan berapa jumlah tepatnya, angka itu jelas tak sampai setinggi itu.

"Saya rasa itu sangat salah-salah sekali ya. Itu sangat tidak tepat apalagi sampai mendapat 9 miliar itu tidak jelas," ungkap Adit saat ditemui wartawan di kediamannya di Perumahan Kelapa Gading Dua, Tangerang hari Kamis (06/08/09). Selanjutnya Adit menjelaskan perincian dari perjanjian antara Falcon dan Mbah Surip. Menurutnya, Mbah Surip menjual master senilai Rp10 juta sedangkan dari dua lagu yang kemudian diubah, Mbah Surip mendapat Rp20 juta. Dari lagu yang kemudian dijadikan RBT ini Mbah Surip masih mendapat royalti 7% untuk setiap download, sudah termasuk untuk hak cipta dan penyanyi.

Adit sendiri belum tahu pasti sampai saat ini berapa nilai yang sudah didapat Mbah Surip dari RBT. Adit mengaku baru saja menghubungi semua operator yang menggunakan RBT Mbah Surip untuk mengurus royalti sampai dengan bulan Juni. Sejauh ini ia hanya memiliki data sampai dengan bulan Mei ditambah beberapa dari bulan Juni namun belum semuanya. "Rencananya dalam minggu ini saya minta dari pihak operator mengirimkan semua data-datanya untuk klarifikasi biar lebih jelas," ungkapnya.

Lebih lanjut Adit juga menjelaskan bahwa pembagian keuntungan ini adalah 30% untuk telko, 30% untuk operator dan 30% lagi untuk label. Adit sendiri mengaku sudah lama kenal dengan Mbah Surip namun baru ketika ia bergabung dengan label Falcon ia teringat teman yang dikenalnya dua puluh tahun lalu itu. Adit yakin Mbah Surip 'laku dijual'.


sumber: kapanlagi

ekekkek terus kalo mbah suripnya dah meninggal kemana tuh semua duitnya... wkwkkwkwkw
read more...

lebih dekat dengan Google Chrome 3.0.197.11 Beta

Dibandingkan browser lain, Chrome terkesan sepi atau polos. Tidak banyak embel-embel apa pun yang terlihat menjejali toolbar, sidebar aplikasi yang bersangkutan.

Pengguna awal mungkin akan kebingungan mencari lokasi penempatan opsi-opsi untuk melakukan personalisasi browser. Bahkan tombol Back dan Next hanya diwakili oleh panah sederhana. Demikian pula tombol Refresh. Tidak ada tombol Home di sini. Pengaturan hanya dapat dilakukan lewat dua tombol kontrol di sudut kanan.

Kalau dibanding browser versi sebelumnya yang dirilis sekitar sembilan bulan lalu, kinerja Chrome 2.0 sudah lebih baik, utamanya dalam mengeksekusi JavaScript.

Dari sisi fitur, tab-tab yang ada pada Google Chrome menarik dan lengkap. Contoh, kalau kita membuka tab baru dari tab yang sedang dikunjungi, tab-tab baru itu juga bisa ditutup kembali lewat tab asalnya. Jika sedang ingin fokus ke tab yang sedang kita buka, kita juga bisa tutup seluruh tab kecuali tab yang sedang kita tonton. Bisa juga tutup satu tab yang ada di sebelah kanan tab yang aktif (sedang kita lihat). Sayangnya, ketika secara tidak sengaja browser tertutup, tidak ada fitur Session Restore yang otomatis membuka tab-tab situs yang sedang kita jelajahi terakhir kali.

Kini Google Chrome juga sudah memiliki kemampuan layaknya browser-browser lainnya yakni mendukung modus Full screen dan Form autofill. Pada browser seperti IE atau Firefox fitur ini sudah ada sejak lama, tetapi di Chrome 2.0 kehadirannya cukup membantu pengguna yang sering melalukan registrasi di internet atau ingin menjelajah dengan tampilan penuh. Sayangnya lagi, masih ada yang kurang pada dua fitur baru tersebut.

Saat PCplus uji coba modus Full screen, tidak seperti pada Firefox atau Internet Explorer, ketika kursor mouse digerakkan ke bagian paling atas layar, maka informasi URL ataupun tab-tab yang sedang dibuka bisa dilihat. Ini serupa dengan fitur Full screen milik Opera, meski masih lebih baik dibanding Safari yang tidak mendukung modus full screen.

Demikian pula untuk Autofill. Pada IE atau Firefox, Anda bisa menyimpan profil Autofill di mana Anda dapat mengisi form umum seperti nama, alamat, atau email secara otomatis dengan satu klik. Namun pada Chrome 2.0, fitur Autofill masih cukup primitif. Anda perlu memilih setiap kolom secara manual, lalu memilih konten autofill dari menu drop-down yang ada.

Satu tambahan lain yang disediakan Google pada browser ini adalah kemampuan untuk menghapus satu per satu thumbnail situs yang pernah Anda kunjungi. Seperti diketahui, secara default, jendela awal Google Chrome adalah history penjelajahan Anda di dunia maya dalam bentuk thumbnail. Nah, Anda hapus bekas-bekas kunjungan Anda ke situs tertentu supaya tidak terlihat Anda pernah mengunjungi situs yang bersangkutan. Lumayan kan?

kelebihan: Ringan, manajemen tab yang memudahkan, hapus history individual
kekurangan: Fitur autofill masih manual, tidak ada session restore

sumber: pcplus

download disini kalo mau coba google chrome

read more...